Senin, 14 Januari 2013

Karangan Ilmiah


Pengertian Karangan Ilmiah
Karangan merupakan karya tulis yang dihasilkan dari kegiatan mengungkapkan pemikiran dan menyampaikannya melalui media tulisan kepada orang lain untuk dipahami. Sedangkan karangan ilmiah menurut Brotowidjoyo adalah karangan ilmu pengetahuan yang menyajikan fakta dan ditulis menurut metodologi penulisan yang baik dan benar.
Jadi, karya ilmiah adalah suatu tulisan yang didalamnya membahas suatu masalah yang dilakukan berdasarkan penyedikan, pengamatan, pengumpulan data yang dapat dari suatu penelitian,baik penelitian lapangan, tes labolatorium ataupun kajian pustaka dan dalam memaparkan dan menganalisis datanya harus berdasarkan pemikiran ilmiah,yang dikatakan dengan pemikiran ilmiah disini adalah pemikiran yang logis dan empiris.
Bentuk karangan ilmiah dapat berupa makalah, usulan penelitian, skripsi, tesis, dan disertasi. Sedangkan jenis karangan ilmiah, antara lain laporan penelitian, makalah seminar atau simposium, dan artikel jurnal yang pada dasarnya semua itu merupakan produk dari kegiatan ilmuwan.

Ciri-Ciri Karangan Ilmiah
Ciri-ciri karangan ilmiah yaitu:
a)    Sistematis, artinya mengikuti pola pengembangan tertentu, misalnya pola urutan, klasifikasi, kausalitas, dan sebagainya;
b)    objektif, artinya pembahasan suatu hasil penelitian  sesuai dengan yang diteliti.;
c)    cermat, tepat, dan benar;
d)    tidak persuasif;
e)    tidak argumentatif;
f)     tidak emotif;
g)    netral, artinya tidak mengejar keuntungan sendiri atau pihak tertentu;
h)    tidak melebih-lebihkan sesuatu

Isi ( batang tubuh ) sebuah karya ilmiah harus memenuhi syarat metode ilmiah. Seperti yang diungkapkan oleh John Dewey, ada 5 langkah pokok proses ilmiah.
1.    Mengenali dan merumuskan masalah
2.    Menyusun kerangka berpikir dalam rangka penarikan hipotesis.
3.    Merumuska hipotesis ( dugaan hasil sementara )
4.    Menguji hipotesis
5.    Menarik kesimpulan

Perbedaan Karangan Ilmiah dan Nonilmiah
Menulis karangan adalah kegiatan menulis usulan-usulan yang benar berupa pernyataan-pernyataan tentang fakta, kesimpulan-kesimpulan yang ditarik dari fakta dan merupakan pengetahuan. Terdapat tiga golongan karangan, yaitu ilmiah, ilmiah popular, dan nonilmiah
Seperti pernyataan sebelumya karanga ilmiah (scientific paper) adalah laporan tertulis dan publikasi yang memaparkan hasil penelitian atau pengkajian yang telah dilakukan oleh seseorang atau sebuah tim dengan memenuhi kaidah dan etika keilmuan yang dikukuhkan dan ditaati oleh masyarakat keilmuan, sedangkan karangan non ilmiah adalah karangan yang menyajikan fakta pribadi tentang pengetahuan dan pengalaman dalam kehidupan sehari-hari dan memiliki ciri-ciri karangan nonilmiah sebagai berikut:
a.    ditulis berdasarkan fakta pribadi,
b.    fakta yang disimpulkan subyektif,
c.    gaya bahasa konotatif dan populer,
d.    tidak memuat hipotesis,
e.    penyajian dibarengi dengan sejarah,
f.      bersifat imajinatif,
g.    situasi didramatisir, dan
h.    bersifat persuasif.

Adapun contoh karangan ilmiah yang sering kita temui yaitu Dongeng, cerpen, novel, drama, dan roman.
Dari penjelasan singkat ini dapat dicermati perbedaan  antara karangan ilmiah dan non ilmiah dari beberapa aspek. Pertama,dari segi bahasa. Bahasa dalam karangan ilmiah menggunakan ragam bahasa Indonesia resmi. Ciri-ciri ragam resmi yaitu menerapkan kesantunan ejaan (EYD/Ejaan Yang Disempurnakan), kesantunan diksi, kesantunan kalimat, kesantunan paragraph, menggunakan kata ganti pertama “penulis”, bukan saya, aku, kami atau kita, memakai kata baku atau istilah ilmiah, bukan popular, menggunakan makna denotasi, bukan konotasi, menghindarkan pemakaian unsur bahasa kedaerahan, dan mengikuti konvensi penulisan karangan ilmiah.
Berbeda dengan karangan ilmiah, bahasa dalam karangan semiilmiah/ilmiah popular dan nonilmiah melonggarkan aturan, seperti menggunakan kata-kata yang bermakna konotasi dan figurative, menggunakan istilah-istilah yang umum atau popular yang dipahami oleh semua kalangan, dan menggunakan kalimat yang kurang efektif seperti pada karya sastra.
Kedua, karya ilmiah harus merupakan pembahasan suatu hasil penelitian (faktual objektif). Faktual objektif adalah adanya kesesuaian antara fakta dan objek yang diteliti. Kesesuaian ini harus dibuktikan dengan pengamatan atau observasi. Ketiga, karya ilmiah bersifat metodis dan sistematis. Artinya, dalam pembahasan masalah digunakan metode atau cara-cara tertentu dengan langkah-langkah yang teratur dan terkontrol melalui proses pengidentifikasian masalah dan penentuan strategi.
Selain itu, Karya non ilmiah sangat bervariasi topik dan cara penyajiannya, tetapi isinya tidak didukung fakta umum. Karangan non-ilmiah ditulis berdasarkan fakta pribadi, dan umumnya bersifat subyektif. Bahasanya bisa konkret atau abstrak, gaya bahasanya formal dan populer, walaupun kadang-kadang juga formal dan teknis

Tahap-Tahap Penyusunan Karya Ilmiah
Pada dasarnya, dalam penyusunan karya ilmiah terdapat lima tahap, antara lain:
      i.        Persiapan ; Yang termasuk tahap persiapan adalah:
·         Pemilihan masalah/topik.
·         Penentuan judul.
·         Pembuatan kerangka karangan/ragangan.
    ii.        Pengumpulan data ; Yang termasuk tahap pengumpulan data adalah:
·         Pencarian keterangan dari bahan bacaan, seperti buku, majalah, dan surat kabar.
·         Pengumpulan keterangan dari pihak-pihak yang mengetahui masalah yang digarap, pengamatan langsung ke objek yang diteliti.
·         Percobaan dan pengujian di lapangan atau laboratorium.
   iii.        Pengorganisasian dan pengonsepan ; Yang termasuk tahap ini adalah:
·         Pengelompokan bahan, yaitu bagian-bagian mana yang akan dikemudiankan.
·         Pengonsepan.
   iv.        Pemeriksaan/penyuntingan konsep ; Yang termasuk tahap ini adalah:
·         Pembacaan dan pengecekan kembali naskah, yang kurang dilengkapi dan yang kurang relevan dibuang. Tentu ada penyajian yang berulang-ulang atau tumpang tindih, pemakaian bahasa yang kurang efektif, baik dari segi penulisan dan pemilihan kata, penyusunan kalimat, penyusunan paragraf, maupun penerapan kaidah ejaan.
    v.        Penyajian/pengetikan ;  Yang termasuk tahap penyajian adalah:
·         Pengetikan hasil penelitian.

Referensi
Ø  Ahp, eko. 24 Oktober 2010. Karangan Ilmiah, Ilmiah Populer, dan Nonilmiah, (Online), http://eko-ahp.blogspot.com, diakses 19 Februari 2011
Ø  Ajusniye. 19 September 2008. Perbedaan Tulisan Ilmiah Popular dengan Tulisan Ilmiah Murni, (Online), http://ajusniye.multiply.com, diakses 19 Februari 2011.
Ø  Riszki, dolly. 10 Mei 2010. Karangan Ilmiah, Non-ilmiah, dan Tidak Ilmiah, (Online), http://sidodolipet.blogspot.com, diakses 19 Februari 2011.

Kamis, 01 November 2012

Cara Menulis Artikel Yang Baik Dan Menarik Pada Blog



Cara Menulis Artikel Yang Baik Dan Menarik Pada Blog :

Bagi kita Para Blogger, Cara mengelola blog harus bisa kita kuasai dalam proses belajar marketing online, karena blog ibarat sebuah media komunikasi separti Koran, radio, maupun televisi, dimana jumlah pembaca/pendengar/penonton merupakan factor terpenting untuk menentukan Kualitas dan populeritas Blog.


Berikut adalah cara mengelola blog agar blog berkualitas :

1. KONTEN atau ISI
Konten atau isi merupakan faktor terpenting dalam upaya untuk mengelola blog, karena sebenarnya yang menjadi produk bagi sebuah blog adalah informasi. Untuk menjadikan blog anda menarik konten blog haruslah memenuhi kriteria sebagai berikut:

    - Konten Yang Informatif
    Buatlah tulisan yang memberikan nilai informasi dan gampang untuk dimengerti. Hindari membuat tulisan yang nga jelas maksud dan tujuannya, ibaratkan blog anda sebagai sebuah taman yang sejuk dan membuat orang betah berlama-lama didalamnya.

    - Konten yang Orisinil dan Menarik
    Buat artikel yang benar-benar berasal dari buah pemikiran anda dan merupakan pengalaman pribadi anda sendiri (bukan hasil dari copy paste karya orang lain) seperti kebanyakan blog ini. Dalam pembahasan cara mengelola blog kali ini saya sangat menyarankan anda berlatih untuk membuat artikel sendiri dan jangan terburu-buru untuk membeli artikel-artikel unik yang sering dilakukan para master dalam menjalankan bisnis onlinenya.

    - Konten Yang selalu Up to date
    Memang tidak bisa di bantah lagi, bahwa konten yang terbaru dan terupdate adalah konten yang di buru oleh pengunjung untuk mendapatkan info2 yang terbaru terkini. Ini  akan dapat mendatangkan banyak visitor untuk blog anda. Baca pada postingan Cara mengatur agar blog selalu terupdate.

    - Konten yang Berbobot
    Jika konten atau artikel yang hendak anda tawarkan memiliki kesamaan dengan artikel orang lain, berusahalah agar artikel yang anda buat itu memiliki nilai tambah. Artinya artikel anda harus lebih lengkap dalam mejelaskan sesuatu, dengan informasi tambahan berupa kronologis, latar belakang ataupun historis tentang hal tersebut, hal ini menjadi sangat penting dalam cara mengelola blog.

    - Konten Yang Bermanfaat
    Artikel yang anda buat akan sangat berarti buat orang lain jika didalamnya terdapat pembahasan tentang suatu masalah dan memberikan solusi yang baik dan tepat. Usahakan untuk selalu membuat artikel yang memiliki klimaks dan antiklimaks. Jika blog anda menyajikan informasi yang dibutuhkan pengunjung otomatis blog anda akan sangat mudah untuk menjual (ingin tahu cara menghasil uang dari blog baca disini).

2. DESAIN (TAMPILAN BLOG)
Jika blog anda telah memenuhi kriteria yang baik tentang konten atau isi, akan semakin komplit jika didukung tampilan desain tema blog yang sesuai dengan topik blog kita.

Ada dua hal yang perlu diperhatikan terkait dengan desain (tampilan blog) dalam hal cara mengelola blog antara lain:
- Tata letak (Layout)
- Themes

Untuk model dan jenisnya sendiri desain(Tampilan) sebuah blog/web sangat banyak bisa anda dapatkan diinternet secara gratis. bagi anda yang ingin bekerja sebagai seorang profesional di bidang internet marketing, publisher, atau enterpreneur dalam cara mengelola blog ini, sangat disarankan agar anda menggunakan desain web (themes) yang berbayar. Karena dengan desain web yang berbayar pengunjung anda akan menghormati anda sebagai profesional dan tentunya hal itu akan menghilangkan rasa ragu dihati mereka tentang kekurangan-kekurangan produk yang anda tawarkan.

selain itu themes yang berbayar tentu akan jauh lebih baik dari segi apapun karena dirancang khusus untuk bisa menjadi penarik dan menjamin terjadinya penjualan bisnis.

Demikianlah hal pokok yang perlu anda perhatikan agar menghasilkan sebuah blog yang berkualitas. Jika ada kekurangan saya minta maaf dan jika berkenan silahkan tambahkan di tempat yang sudah disediakan. Terima Kasih.

Tanda Baca

Tanda baca adalah simbol yang tidak berhubungan dengan fonem (suara) atau kata dan frasa pada suatu bahasa, melainkan berperan untuk menunjukkan struktur dan organisasi suatu tulisan, dan juga intonasi serta jeda yang dapat diamati sewaktu pembacaan. Aturan tanda baca berbeda antar bahasa, lokasi, waktu, dan terus berkembang. Beberapa aspek tanda baca adalah suatu gaya spesifik yang tergantung pada pilihan penulis. Tanda baca ialah simbol atau tanda yang digunakan untuk memberi isyarat kepada pembaca agar melakukan sesuatu dalam bacaan. Tanda baca diletakkan di temat-tempat tertentu dalam kalimat berdasarkan tujuan dan kesesuaiannya.

Jenis tanda baca

Beberapa jenis tanda baca yang penting antara lain adalah:

  • Titik (.) berfungsi untuk menandai akhir kalimat berita, atau untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka.
  • Koma (,) berfungsi untuk memisahkan anak kalimat atau hal-hal yang disebutkan dalam kalimat, juga untuk keperluan singkatan, gelar, dan angka-angka.
  • Tanda ((..)) kurung berfungsi untuk menjelaskan suatu istilah yang belum banyak diketahui oleh khalayak.
  • Tanda (`) kutip satu berfungsi untuk mengasosiasikan suatu istilah.
  • Tanda (“…”) petik berfungsi untuk menandai kalimat langsung atau percakapan dalam naskah drama.
  • Tanda (!) seru berfungsi untuk menegaskan, memberi peringatan bahwa kalimat yang bertanda seru tersebut perlu untuk diperhatikan.
  • Tanda (?) tanya berfungsi untuk melengkapi kalimat tanya.
  • Tanda (…-…) hubung berfungsi untuk menghubungkan penggalan kata, kata ulang, rentang suatu nilai.
  • Titik dua (:) berfungsi untuk mengawali penguraian suatu kalimat.

Format penulisan

Selain tanda baca, ada juga format penulisan yang cukup membantu untuk keperluan penulisan kalimat.

  • Cetak tebal, untuk menegaskan suatu kata atau kalimat yang sedang menjadi pembicaraan. Contoh: Buaya adalah reptil terbesar yang hidup di sungai dan rawa-rawa.
  • Cetak miring merupakan kata serapan di luar bahasa baku yang sedang digunakan. Cetak miring juga digunakan untuk menuliskan judul band, lagu, buku, film, dan lain-lain. Contoh: Superman Is Dead  adalah band bergenre punk rock yang turut mewarnai belantika musik Indonesia saat ini.
  • Garis bawah memiliki fungsi hampir sama seperti cetak tebal dan miring, ketika teknologi komputer belum sepesat sekarang. Seperti kita ketahui, mesin ketik dahulu belum ada fasilitas cetak tebal dan miring. tidak begitu jelas penggunaannya.

Tanda baca ialah :

  • Tanda titik                  ( . )
  • Tanda koma               ( , )
  • Tanda tanya              ( ? )
  • Tanda seru                  ( ! )
  • Tanda Hubung          ( – )
  • Tanda titik dua          ( : )
  • Tanda petik                ( “ “ )
  • Huruf Besar                (ABCDEFG,dst)



Penggunaan
Contoh Kalimat
a) Digunakan untuk huruf pertama kata pada setiap kalimt. - Rumah itu di atas perbukitan.
b) Digunakan sebagai huruf pertama petikan langsung. - “Adik kamu mana ?” tanya Ananda. - Kakak bertanya, “Benarkah kamu tidak akan pergi ?”
c)  Digunakan sebagai huruf pertama dalam ungkapan yang berhubungan dengan kitab suci dan nama Alloh, termasuk kata ganti untuk Alloh - Yang Maha Pengasih, - Ampunilah hamba-mu.
- Semoga Engkau menerima doa kami.
d) Digunakan sebagai huruf pertama gelar kehormatan, keturunan, dan keagamaan yang diikuti nama seseorang - Haji Abang Hasan - Nabi Muhamad S.A.W
e) Digunakan sebagai huruf pertama untuk nama gelar yang diikuti nama seseorang - Prof. DR (HC). Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie
f)  Digunakan sebagai huruf pertama nama bangsa, suku bangsa, dan bahasa - Bangsa Indonesia
g) Digunakan sebagai huruf pertama untuk nama resmi badan atau lembaga pemerintah. - Majelis Permusyawaratan Rakyat - Dewan Perwakilan Rakyat
- Komisi Pemberantasan Korupsi


1.     Tanda Titik (.)

Penggunaan
Contoh Kalimat
a)  Pada akhir klimat Aku anak Indonesia.
b)  Pada akhir singkatan nama orang Yanto A. (Awaludin)
c)  Untuk menunjukkan perbedaan angka 173. 188. 192. 168



2.      Tanda Koma (,)

Penggunaan
Contoh Kalimat
a)  Untuk memisahkan kata yang berturut-turut dalam satu kalimat Ibu membeli ikan, sayur, dan daging.
b)  Tanda Seru diakhir kalimat Hari ini kamu cantik sekali!
c)  Untuk menandakan tempat berhenti sebentar. Tolong berikan makanan ini kepada adikmu,Yanto.
d)  Sebelum tanda petik pembuka (“) dan penutup kata (“) dalam percakapan Yanto berkata, “Ini makanannya, dik.” “Terima kasih,” jawab adik Yanto.

 3.        Tanda Tanya (?)

Penggunaan
Contoh Kalimat
a)  Tanda Tanya pada akhir kalimat Tanya Bilakah adik kamu akan bersekolah?
b)  Tanda Tanya pada akhir kalimat tanya sebelum tanda petik penutup(“) “Apa yang kamu lihat?” tanya Tomy.

4.     Tanda Seru (!)

Penggunaan
Contoh Kalimat
Setelah penyataan yang berupa seruan, perintah, atau rasa emosi yang kuat Siapkan fisik anda untuk berolahraga!

5.     Tanda Titik Dua (:)

Penggunaan
Contoh Kalimat
a)    Pada akhir suatu penyataan Dan diikuti oleh sesuatu yang banyak Barang-barang yang perlu dibawa adalah seperti berikut: kipas angin, lemari, dan tempat tidur
b)   Untuk memberi penjelasanatau memberitahu sesuatu Tanggal       : 5 November 2012 Jam            : 16:20
Tempat        : Gedung Olahraga

 6.     Tanda Titik Koma(;)

Penggunaan
Contoh Kalimat
Untuk memisahkan kata didalam kalimat yang sejenis Ananda sedang sakit; karena dia tidak mahu makan.

 7.     Tanda Hubung (-)

Penggunaan
Contoh Kalimat
Untuk menyambungkan kata yang diulang Bapak-bapak, ibu-ibu

 8.     Tanda Petik (“…”)

Penggunaan
Contoh Kalimat
a)  Untuk mengapit petikan langsung “Saya belum makan ibu,” kata adik.
b)  Pada jadwal rencana, penyanyi, karangan, novel, puisi, dan sebagainya Band “Superman Is Dead” akan membawakan 12 lagu pada malam hari ini.

Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Tanda_baca
http://radenbudi.blogspot.com/2012/10/fungsi-dari-tanda-baca.html

Kamis, 14 Juni 2012

Pengaruh Teknologi Terhadap Budaya Organisasi


Budaya adalah suatu cara hidup yang berkembang dan dimiliki bersama oleh sebuah kelompok orang dan diwariskan dari generasi ke generasi. Budaya terbentuk dari banyak unsur yang rumit, termasuk sistem agama dan politik, adat istiadat, bahasa, perkakas, pakaian, bangunan, dan karya seni. Bahasa, sebagaimana juga budaya, merupakan bagian tak terpisahkan dari diri manusia sehingga banyak orang cenderung menganggapnya diwariskan secara genetis. Ketika seseorang berusaha berkomunikasi dengan orang-orang yang berbeda budaya dan menyesuaikan perbedaan-perbedaannya, membuktikan bahwa budaya itu dipelajari.

Ø  Pengertian Budaya Menurut Para Ahli
  • Gibson et.al. (1996:77) merumuskan: “kultur organisasi mengandung bauran nilai-nilai, kepercayaan, asumsi, persepsi, norma, kekhasan dan pola perilaku”.

  • Kreitner dan Kinicki (2003:68-75) memberi batasan budaya organisasi sebagai nilai dan keyakinan bersama yang mendasari identitas organisasi yang berfungsi sebagai pemberi rasa identitas kepada anggota, mempromosikan komitmen kolektif, meningkatkan stabilitas sistem sosial, serta mengendalikan perilaku para anggota.

  • Luthans (1998:213) mengemukakan, budaya organisasi merupakan norma-norma dan nilai-nilai yang mengarahkan perilaku anggota organisasi. Setiap anggota akan berperilaku sesuai dengan budaya yang berlaku agar diterima oleh lingkungannya.

  • Sharplin (1995:225) menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan suatu sistem nilai, kepercayaan, dan kebiasaan dalam suatu organisasi yang saling berinteraksi dengan struktur sistem formalnya untuk menghasilkan norma-norma perilaku organisasi.

Budaya organisasi adalah sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi.

Ø  Fungsi Budaya Organisasi
Salah satu contoh dari penjabaran tenteng fungsi organisasi menurut para ahli.
Menurut Robbins (1996 : 294), fungsi budaya organisasi sebagai berikut :
a. Budaya menciptakan pembedaan yang jelas antara satu organisasi dan yang lain.
b. Budaya membawa suatu rasa identitas bagi anggota-anggota organisasi.
c. Budaya mempermudah timbulnya komitmen pada sesuatu yang lebih luas daripada kepentingan diri individual seseorang.
d. Budaya merupakan perekat sosial yang membantu mempersatukan organisasi itu dengan memberikan standar-standar yang tepat untuk dilakukan oleh karyawan.
e. Budaya sebagai mekanisme pembuat makna dan kendali yang memandu dan membentuk sikap serta perilaku karyawan.

Ø  Teknologi Terhadap Kreatifitas Individu dan Team
Kreativitas merupakan salah satu kebutuhan pokok manusia, yaitu kebutuhan akan perwujudan diri (aktualisasi diri) dan merupakan kebutuhan paling tinggi bagi manusia (Maslow, dalam Munandar, 2009). Pada dasarnya, setiap orang dilahirkan di dunia dengan memiliki potensi kreatif. Kreativitas dapat diidentifikasi (ditemukenali) dan dipupuk melalui pendidikan yang tepat (Munandar, 2009).

Ø  Ciri-ciri Kreativitas
Guilford (dalam Munandar, 2009) mengemukakan ciri-ciri dari kreativitas antara lain:
a. Kelancaran berpikir (fluency of thinking), yaitu kemampuan untuk menghasilkan banyak ide yang keluar dari pemikiran seseorang secara cepat. Dalam kelancaran berpikir, yang ditekankan adalah kuantitas, dan bukan kualitas.
b. Keluwesan berpikir (flexibility), yaitu kemampuan untuk memproduksi sejumlah ide, jawaban-jawaban atau pertanyaan-pertanyaan yang bervariasi, dapat melihat suatu masalah dari sudut pandang yang berbeda-beda, mencari alternatif atau arah yang berbeda-beda, serta mampu menggunakan bermacam-macam pendekatan atau cara pemikiran. Orang yang kreatif adalah orang yang luwes dalam berpikir. Mereka dengan mudah dapat meninggalkan cara berpikir lama dan menggantikannya dengan cara berpikir yang baru.
c. Elaborasi (elaboration), yaitu kemampuan dalam mengembangkan gagasan dan menambahkan atau memperinci detail-detail dari suatu objek, gagasan atau situasi sehingga menjadi lebih menarik.
d. Originalitas (originality), yaitu kemampuan untuk mencetuskan gagasan unik atau kemampuan untuk mencetuskan gagasan asli.

Dalam hal ini teknologi sangat membantu setiap individu dalam mengembangkan kreativitas yang dia miliki dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang dengan itu setiap individu dapat dengan mudah menyampaikan atau memberikan kerativitas yang diamiliki untuk dipergunakan dalam membantu kinerja dia atau pun perusahaan tampat ia bekerja.

            Dan juga dapat membantu setiap tim dalam mengumpulkan semua kreativitas dari anggota team dengan memanfaatkan teknologi yang ada , dan dengan teknologi yang ada team dapat dengan mudah memilih dengan baik kreativitas yang baik dan sesuai dengan team tersebut.

Dengan teknologi yang terus berkembang sapai saat ini memberikan kemudahan jepada setiap individu atau team dalam mengembangkan kreativitas yang dia miliki dengan memanfaatkan teknologi yang benar untuk memajukan suatu team atau organisasi.

Sumber :